Produk Makanan Olahan Ikan Yang Lebih Bermutu Mendorong Peningkatan Pendapatan

  • Organisasi:

  • Tujuan SDGs:

  • Periode: 2022 – 2023

  • Dana:

    50000000,-

  • Lokasi:

Pada tahun 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan Kota Makassar sebagai salah satu titik utama bagi ekspor dalam Kawasan Timur Indonesia (KTI) melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 51 Tahun 2016. Langkah ini menjadikan Kota Makassar sebagai pintu gerbang utama untuk hasil perdagangan perikanan secara umum. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar diberikan untuk memanfaatkan peluang ini, dengan fokus pada peningkatan mutu produk perikanan dan kesejahteraan masyarakat setempat.[1] Di sisi lain, banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Makassar yang mengolah makanan dari ikan yang belum sepenuhnya memperhatikan kualitas hasil olahannya. Masih banyak hasil diversifikasi produk yang belum memenuhi standar kualitas dan produksi bergantung pada pesanan untuk hari-hari besar saja. Hal ini berdampak pada kesulitan dalam meningkatkan pendapatan dan daya saing para UKM setempat[2].

Atas kesadaran pentingnya peningkatan mutu makanan olahan ini, di tahun 2022 Universitas Hasanuddin Makassar mulai membangun kerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Makassar; Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM); Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (KLT BSD) SNI Sulawesi Selatan; dan Yayasan Seici untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi kelompok UKM  pengolah hasil perikanan di Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep. Program ini ditujukan untuk meningkatkan mutu diversifikasi produk olahan berbahan dasar ikan agar lebih berkualitas untuk dipasarkan, yang juga dapat berdampak pada daya saing dan peningkatan penghasilan pengusaha lokal.

Program ini memiliki tiga fokus utama, yang melibatkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan bimbingan bagi kelompok UKM, pengembangan produk khusus yang sudah ada, dan pendampingan untuk proses penerbitan Standard Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, mereka juga menerima pelatihan untuk merancang kemasan yang ramah lingkungan dan mengembangkan strategi pemasaran produk secara daring.

Di tahun 2023, UKM Cahaya Bandeng di Kabupaten Maros telah menunjukkan kemajuan dari kegiatan ini. Jumlah produksi bandeng tanpa tulang meningkat hingga 1,500 ekor per bulan dengan pendapatan Rp.15.000.000, dan produksi baru dari diversifikasi berupa abon, nugget dan otak-otak hingga 500 kg/bulan. Selain itu, kualitas poduk yang dihasilkan secara organoleptik juga mengalami peningkatan, dan promosi juga lebih sering dilakukan. UKM ini juga bermitra dengan toko makanan beku, dan dalam tahap membangun kerjasama dengan minimarket seperti Alfa Mart dan Indomaret di wilayah setempat.

Tantangan utama adalah kualitas kemasan makanan olahan yang belum memenuhi standar, tidak menarik dan belum ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya bimbingan lebih lanjut dan membangun kesadaran pentingnya memperhatikan aspek lingkungan dalam memproduksi makanan dan kemasannya.

Meskipun begitu, evaluasi kegiatan terus dilakukan untuk mengindentifikasi tantangan lain yang dialami dan solusinya, dan terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitias produk hasil olahan agar dapat dikenal dan diminati konsumen lokal atau dari daerah-daerah lainnya. Selain itu, pendampingan ini diharapkan dapat membangun kemandirian bagi UKM-UKM setempat dalam memproduksi dan memasarkan produknya secara berkelanjutan yang dapat berdampak pada peningkatan pendapatan.

 

Sumber:

    [1] https://makassar.antaranews.com/berita/80169/bkipm-dukung-makassar-sebagai-gerbang-ekspor-kti

    [2] https://bsn.go.id/main/berita/detail/12180/peningkatan-kualitas-produk-berbahan-dasar-hasil-perikanan-di-kota- makassar

  • Berdasarkan wawancara dengan Nursinah Amir, Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin Makassar dan Peserta Program Kepemimpinan SDG Angkatan 1, SDG Academy Indonesia
  • Proposal dan video presentasi Karya SDGs Program Kepemimpinan SDG Angkatan 1:  “Peningkatan Mutu Produk Berbahan Dasar Hasil Perikanan”.
  • Laporan Kegiatan Pengabdian “Peningkatan Mutu Produk Berbahan Dasar Hasil Perikanan” oleh Universitas Hassanudin, Makassar

 

 

Untuk informasi lebih lanjut terkait kegiatan ini, silahkan untuk mengunduh beberapa tautan dibawah ini:

  1. Proposal Karya SDGs Angkatan 1 – Peningkatan Mutu Makanan Olahan Ikan .pptx
  2. Laporan Kegiatan Kab. Maros
  3. Video Presentasi Karya SDGs_Peningkatan Mutu Makanan Olahan Ikan

Untuk kerjasama dan replikasi kegiatan, dapat menghubungi Nursinah Amir – Peserta SDG Academy Indonesia Angkatan I melalui email: info@sdgacademyindonesia.id.