Dompet Dhuafa Farm: Peternakan Domba Modern untuk Kemandirian dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat

  • Organisasi:

  • Tujuan SDGs:

  • Periode: 2021 – ongoing

  • Dana:

    1230000000,-

  • Lokasi:

Perkebunan rakyat di Desa Simpang Petai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau, didominasi oleh perkebunan karet. Namun, produksi karet telah mengalami penurunan akibat harga yang tidak stabil dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat setempat melalui penurunan penghasilan. Untuk mengatasi situasi ini, Dompet Dhuafa telah mengusulkan solusi melalui Program Dompet Dhuafa Farm, untuk menciptakan variasi sumber pendapatan melalui sektor peternakan, terutama usaha peternakan domba/kambing. Pendekatan ini dipilih berdasarkan potensi lahan yang ada dan kemudahan akses pasar yang dapat dijangkau.

Program Dompet Dhuafa Farm memiliki fokus pada pendidikan praktis yang bertujuan untuk menghasilkan pengusaha mandiri di bidang peternakan. Lembaga pendidikan ini didukung oleh pendapatan inti yang dihasilkan dari bisnis di dalam lembaga itu sendiri, sehingga keberlanjutan program lebih terjamin dan tidak bergantung sepenuhnya pada donasi.

Program yang ditawarkan diilustrasikan dengan skema alur berikut:

Pelaksanaan program dimulai dengan mengumpulkan investasi sosial untuk membangun infrastruktur kandang, fasilitas pakan ternak, lahan, bibit ternak, dan modal kerja selama program berjalan selama 6 bulan. Sejalan dengan rencana program yang melibatkan lembaga vokasi di bidang peternakan domba/kambing, peserta yang terpilih merupakan individu usia produktif yang memiliki minat dalam usaha tersebut. Dengan melibatkan enam siswa sebagai pemilik peternakan, mereka akan menerima gaji dan pelatihan intensif dalam bidang peternakan selama dua tahun, mencakup aspek kesehatan ternak, agribisnis peternakan, nutrisi berkualitas, dan manajemen usaha peternakan.Dari segi pangan, sentra peternakan ini juga menyediakan pasokan daging yang terjangkau dari segi harga dan aksesibilitas.

Total dana yang diinvestasikan dari tahun 2021 hingga 2023 mencapai rata-rata 1,5 miliar per tahun, dengan jumlah rata-rata 1.000 ekor domba setiap tahun, dan setiap siswa penerima manfaat mendapatkan pendapatan sekitar 1,7 juta per bulan. Keuntungan yang diperoleh dari Dompet Dhuafa Farm mencapai rata-rata 170 juta per tahun.

Pada tahun 2023, para siswa penerima manfaat akan diberdayakan dengan modal yang berasal dari pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas peternakan domba/kambing selama dua tahun sebelumnya. Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan mereka sebagai pengusaha peternakan yang mandiri di wilayah tempat tinggal mereka atau sebagai mitra dari sentra peternakan DD Farm.

Program ini menjadi inspirasi bagi lembaga zakat serupa di Provinsi Riau untuk mengembangkan model peternakan yang serupa, meskipun dengan skala yang lebih kecil. Contohnya adalah di Kabupaten Siak yang diprakarsai oleh BAZNAS Siak, dan di Kecamatan Tapung yang dijalankan oleh LAZnas PHR Pekanbaru.

Saat ini, fokus utama Dompet Dhuafa Farm adalah mengembangkan sektor peternakan melalui aspek pembibitan, sebagai pengembangan dari aktivitas sebelumnya yang berfokus pada penggemukan ternak, penyediaan daging segar, dan pupuk kandang. Selain itu, rencana investasi dari pihak eksternal juga sedang disiapkan untuk memberikan peluang lebih banyak kepada siswa dalam memanfaatkan program ini.

 

Sumber:

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunduh beberapa tautan dibawah:

  1. Proposal Karya SDGs Program Kepemimpinan Angkatan 1 – Dompet Dhuafa Farm – POV
  2. Video Presentasi Karya SDGs Angkatan 1_Dompet Dhuafa Farm

Untuk kerjasama dan replikasi, dapat menghubungi Ali Bastoni  – peserta Program Kepemimpinan SDG Angkatan 1, SDG Academy Indonesia melalui email:  info@sdgacademyindonesia.id.