Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Digital di Seputar Pesisir Pantai Tangerang, Banten

  • Organisasi:

  • Tujuan SDGs:

  • Periode: 2021 – ongoing

  • Dana:

    250000000,-

  • Lokasi:

Persoalan sampah kerap menjadi permasalahan bagi wilayah pesisir Indonesia, mulai dari kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah melalui sungai yang bermuara ke pantai, arus laut yang membawa sampah kedaratan dan kerusakan ekosistem lautan akibat abrasi pantai. Hal tersebut diatas juga dialami oleh Desa Sukadiri dan Surya bahari Kabupaten Tangerang, Banten. Berbagai jenis sampah seperti botol bekas, plastik, tali, hingga sterofoam mengambang diatas lautan bahkan di daratan pantai. Kondisi demikian sungguh memperhatinkan mengingat di wilayah ini masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan menggantungkan hidupnya kepada hasil tangkapan dari lautan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pada 2021 kelompok Karya Program Kepemimpinan SDG Angkatan 2 mengembangkan program “Peningkatan Kesadaran Lingkungan Pada Kawasan Masyarakat Nelayan di Desa Sukadiri dan Desa Surya Bahari Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Secara Digital”. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan laut akibat dari akftifitas pembuangan sampah ke sungai dan daratan. Intervensi ini dilakukan oleh Politkenik Pelayaran Banten melalui berbagai kegiatan peningkatan kesadaran dan edukasi kepada taruna/taruni dan masyarakat terkait pengelolaan sampah secara berkelanjutan, dan advokasi untuk kolaborasi dengan perangkat desa.

Hingga 2023, Polikteknik Pelayaran Banten berhasil meluncurkan 2 aplikasi digital sampah berbasis Internet of Things (IoT) dan menyumbang 200 tempat sampah anorganik dan organik di kedua desa tersebut. Masyarakat menyambut baik fasilitas yang disediakan dan menggunakan fasilitas tersebut. Selain itu, Poliktenik Pelayaran Banten juga telah membangun dan menggunakan fasilitas pengelolaan sampah berkelanjutan dan pembuatan pupuk kompos sebagai sarana edukasi bagi akademisi poliktenik dan masyarakat sekitar desa pesisir untuk belajar mengelola sampah dengan mengedepankan pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle). Politeknik Pelayaran Banten juga membuka eduwisata untuk berwisata sambil belajar tentang lingkungan laut dan pengelolaan sampah laut. Selain untuk belajar dan berwisata, di kawasan eduwisata ini masyarakat juga dapat memasarkan produk dari olahan sampah.

Program ini telah membangun kesadaran dan minat masyarakat sekitar pesisir pantai untuk terlibat dalam kegiatan seperti aksi pembersihan pantai dan penanaman mangrove untuk restorasi lingkungan laut dan pertahanan terhadap bencana. Masyarakat secara sadar dan mandiri telah mampu memilah sampah rumah tangga, mengelolanya menjadi suatu produk yang bernilai dan menggunakan aplikasi sampah digital yang tersedia.

Program ini juga berkontribusi terhadap pendirian SDGs Centre Politeknik Pelayaran Banten pada Juli 2022 sebagai pusat studi SDGs bagi masyarakat desa dan program-program SDGs Desa, yang didukung penuh oleh Sekretariat Nasional SDGs, Bappenas.  Selain itu, program ini juga menerima penghargaan dengan kategori “Implementasi Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Inovasi” pada SDGs Annual Conference 2022. Program ini menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah kedinasan lainnya di Indonesia, di mana dapat berpotensi untuk memberikan dampak yang lebih luas dan secara langsung berkontribusi pada pencapaian SGD nomor 4, 8 dan 15.

 

Sumber:

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunduh beberapa tautan dibawah:

  1. Proposal Karya SDGs Angkatan 2_Peningkatan Kesadaran Masyarakat Nelayan terhadap Lingkungan  Sekitar Pesisir Pantai .pptx
  2. Video Presentasi Karya SDGs_Peningkatan Kesadaran Masyarakat Nelayan Sekitar Pesisir Pantai

Untuk kerjasama dan replikasi, dapat menghubungi Ade Mardani, peserta Program Kepemimpinan SDG Angkatan 2, SDG Academy Indonesia melalui email:  info@sdgacademyindonesia.id.