LENTING: Strategi Adaptasi Perubahan Iklim untuk Ketahanan dan Perlindungan Perempuan dan Anak

  • Organisasi:

  • Tujuan SDGs:

  • Periode: 2021-2022

  • Dana:

    2282824800,-

  • Lokasi:

Perubahan iklim telah menimbulkan berbagai dampak multidimensional bagi Kabupaten Lombok Timur, NTB. Gagal panen akibat kekeringan, gempa bumi yang melanda pada tahun 2018, dan pandemi COVID-19 pada tahun 2020, semuanya telah menambah tingkat kompleksitas masalah di wilayah ini. Perempuan dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan menghadapi dampak tersebut. Faktor ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan pernikahan dini, terutama disebabkan oleh pertimbangan budaya dan faktor ekonomi.

Lenting: Strategi Adaptasi Perubahan Iklim untuk Ketahanan dan Perlindungan Perempuan dan Anak, merupakan upaya strategis yang diarahkan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan memperkuat ketahanan dan perlindungan bagi anak-anak dan perempuan di tiga desa di Lombok Timur: Desa Bilok Petung, Desa Sajang, dan Desa Sembalun. Serangkaian intervensi telah dijalankan yang mencakup pembangunan infrastruktur seperti panel surya untuk penerangan rumah tangga, sumur bor, dan sistem irigasi tetes. Selain itu, peningkatan kapasitas bagi perempuan dilakukan, dan pembentukan lembaga seperti Kelompok Wanita Tani, Koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), dan layanan pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan serta advokasi untuk mendapatkan dukungan akses terhadap dana bantuan.

Selama periode 2021-2022, intervensi ini telah melibatkan 673 orang (550 perempuan dan 123 laki-laki) dalam berbagai kegiatan seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan kapasitas, pertanian, dan perdagangan. Selain itu, tiga teknik irigasi tetes telah terpasang, bersama dengan enam unit pompa dan dua belas unit panel surya yang dapat mengurangi penggunaan listrik berbasis fosil. Sebanyak tiga sistem layanan untuk pengaduan terkait kekerasan terhadap perempuan juga telah terbentuk, yang melibatkan 60 perempuan dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan.

Tidak hanya itu, enam kelompok wanita tani juga telah terbentuk yang beranggotakan 120 perempuan, yang kini dapat menerapkan teknik irigasi tetes dalam kegiatan pertanian mereka. Pendirian Kelompok Tani ini juga telah diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Tani Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, NTB. Anggota kelompok ini juga telah mampu menikmati hasil panen dan membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga[1].

Program dan pelatihan yang diberikan juga telah membantu meringankan beban ekonomi perempuan, yang turut berdampak pada pengurangan pernikahan dini dan penurunan angka kelahiran pada usia dini.

Secara umum, intervensi ini juga telah membangun ketahanan masyarakat, terutama bagi perempuan dan anak-anak, dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak juga berperan terhadap keberhasilan proyek ini, dan dapat berkontribusi secara langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 2, 5, 6, 7, 13, dan 17.

 

Sumber:

[1] https://wahanavisi.org/id/media-materi/cerita/detail/kelompok-wanita-tani-yang-berdaya

  • Berdasarkan proposal dan video karya SDGs Program Kepemimpinan SDGs Angkatan 2 yang berjudul “LENTING: Strategi Adaptasi Perubahan Iklim untuk Ketahanan dan Perlindungan Perempuan dan Anak”.

 

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunduh beberapa tautan dibawah:

  1. Proposal Karya SDGs Program Kepemimpinan SDG Angkatan 2_Lenting
  2. Video Presentasi Karya SDGs: Lenting 

Untuk kerjasama dan replikasi, dapat menghubungi Samuel Situmorang, peserta Program Kepemimpinan SDG Angkatan 2, SDG Academy Indonesia melalui email:  info@sdgacademyindonesia.id.