KAPE SAMPAH PLASTIK: Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik Berkelanjutan

  • Organisasi:

  • Tujuan SDGs:

  • Periode: 2022 – 2025

  • Dana:

    27500000,-

  • Lokasi:

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa selama tahun 2021, total sampah nasional mencapai 68,5 juta ton, di mana 17 persennya merupakan sampah plastik[1]. Sedangkan rata-rata volume sampah sepanjang tahun 2021 di Balikpapan, Kalimantan Timur, mencapai 390,65 ton per hari. Jumlah tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 7,31 persen dibandingkan tahun 2020[2].

Masalah sampah plastik ini muncul akibat beberapa faktor, termasuk bertambahnya penduduk,  meningkatnya penggunaan produk plastik, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah dengan benar, terbatasnya tempat pembuangan sampah yang memadai, dan belum optimalnya regulasi pengelolaan sampah plastik. Permasalahan sampah yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menyebabkan dampak serius pada lingkungan, kesehatan, keselamatan, dan perubahan iklim. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Kape Sampah Plastik: Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik yang Berkelanjutan” di Balikpapan merupakan suatu inovasi yang dikembangkan dan diperkuat oleh kelompok Karya SDGs Program Kepemimpinan SDG Angkatan 3 (2022), SDG Academy Indonesia. Inovasi ini memiliki dua tujuan utama: memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan pendekatan sirkular ekonomi, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui produk yang dihasilkan dari pengelolalan sampah anorganik. Intervensi ini mencakup kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan kelompok ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap, untuk mengelola risidu dari sisa hasil pengelolaan sampah plastik menjadi produk ekonomi kreatif, seperti tas dan bantal leher.

Hingga tahun 2023, kelompok ibu rumah tangga yang dibina telah menunjukkan kemandirian dalam mengelola hasil risidu sampah plastik dan telah menghasilkan produk tas dan bantal yang dapat dijual. Hal ini berdampak positif terhadap terciptanya sumber pendapatan baru. Selama kegiatan ini berjalan, kelompok binaan ini telah berhasil mengelola 35 kg residu sampah plastik dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 300.000 – Rp.700.000 per bulan, dengan omset per bulan sebesar Rp 4.000.000. Selain dampak ekonomis dan sosial yang dirasakan, inovasi ini juga berdampak positif bagi lingkungan. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga tahun 2025.

Sumber:

[1] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220225173203-20-764215/sampah-plastik- 2021-naik-ke-116-juta-ton-klhk-sindir-belanja-online

[2] https://balikpapan.prokal.co/read/news/249601-2021-volume-sampah-di-balikpapan-naik-hingga-39065-ton-perhari-semua-karena-hal-ini.html

  • Berdasarkan wawancara dengan Akhmad Taufiq, peseta Program Kepemimpinan SDG Angkatan 3 dan penggiat Proyek KAPE SAMPAH PLASTIK di Balikpapan.
  • Berdasarkan proposal dan video karya SDGs Program Kepempimpinan SDG Angkatan 3 yang berjudul “KAPE SAMPAH PLASTIK: Pengolahan Sampah Plastik yang Berkelanjutan, study kasus di Balikpapan”.
  • Ringkasan laporan kegiatan KAPE SAMPAH PLASTIK.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunduh beberapa tautan dibawah:

  1. Proposal Karya SDGs Program Kepemimpinan Angkatan 3_KAPE SAMPAH PLASTIK.pptx
  2. Video Presentasi Karya SDGs: KAPE SAMPAH PLASTIK

Untuk kerjasama dan replikasi, dapat menghubungi Akhmad Taufik Firaldy, peserta Program Kepemimpinan SDG Angkatan 3, SDG Academy Indonesia melalui email:  info@sdgacademyindonesia.id.